Selasa, 06 Februari 2018

Praktikum Ikan Mas


LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI



DISUSUN OLEH



Rodiyatul Fili
Nim : 15030004

Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan
Tunas Palapa
Lampung Tengah
KATA PENGANTAR
PujisyukursayapanjatkankehadiratTuhan Yang MahaEsakarenadenganrahmat, karunia, sertataufikdanhidayah-Nya sayadapatmenyelesaikanlaporanpraktikumbiologiini. Dan juga sayaberterimakasihpadaIbuHestiWahyuningsihS.Pd, M.PdselakuDosenmatakuliahEkologi hewan yang telahmemberikantugasini.
Saya juga menyadarisepenuhnyabahwa di dalamlaporaniniterdapatkekurangandanjauhdari kata sempurna.Olehsebabitu, sayaberharapadanyakritik, saran danusulan demi perbaikanlaporan yang telahsayabuat di masa yang akandatang, mengingattidakadasesuatu yang sempurnatanpa saran yang membangun. Semogalaporansederhanainidapatdipahamibagisiapapun yang membacanya.



DAFTAR ISI
HalamanJudul..........................................................................................
Kata pengantar........................................................................................
Daftar Isi.................................................................................................
Tujuan.....................................................................................................
HasilPengamatan.....................................................................................
Pembahasan.............................................................................................
A.   Klasifikasi Ikan Mas......................................................................
B.   Bagian bagian tubuh Ikan Mas......................................................
C.   Habitat Ikan Mas...........................................................................
D.   Penjelasan hasil pengamatan dari Ikan Mas......................................
Penutup...................................................................................................
DaftarPustaka..........................................................................................
Lampiran



TUJUAN
1.     Tujuan praktikum
a.       Dapat mengetahui perilaku ikan Mas saat berada diair jernih
b.      Dapat mengetahui perilaku ikan Mas saat berada di air yang diberi lumut
c.       Dapat mengetahui perilaku ikan Mas saat berada di air yang diberi lumpur

2.     Alat dan bahan
a.       2 toples kosong
b.      Ikan emas
c.       Lumpur secukupnya
d.      Lumut secukupnya
e.       Air jernih

3.     Cara kerja
a.       Siapkan toples I dengan air yang jernih
b.      Letakkan ikan Mas
c.       Perhatikan perilaku ikan Mas selama 10 menit
d.      Siapkan toples II dengan air yang diberi lumut
e.       Letakkan ikan Mas
f.       Perhatikan perilaku ikan Mas selama 10 menit
g.      Siapkan toples 1 dengan air yang di beri lumpur
h.      Letakkan ikan Mas
i.        Perhatikan perilaku ikan Mas selama 10 menit



HASIL PENGAMATAN
1.     Ikan Mas pada air yang jernih
a.       Keadaan ikan Mas sehat, tetapi ada dua lubang dekat mulutnya . itu merupakan bekas luka dari kail pancing.
b.      Tubuh ikan Mas berlendir
c.       Aroma air yang semulanya jernih jadi tidak sedap
d.      Karena berada di dalam air yang jernih,gerakan insang aktif
e.       Siripnya bergoyang-goyang
f.       Gerakan overculumnya cepat,setelah lama bergerak ikan Mas naik kepermukaan air dan mengeluarkan busa. Kemudian kembali lagi bergerak ke dalam air.
g.      Setelah 10 menit berada di dalam air jernih, ikan Mas diperiksa sisiknya, sisiknya berwarna hitam pucat.

2.     Ikan Mas pada air yang di beri lumut
a.       Gerak overkulum ikan semakin aktif
b.      Saat di beri lumut tingkah laku ikan mulai menyesuaikan
c.       Ikan Mas memakan lumut
d.      Air yang semula jernih menjadi keruh, bau air tidak sedap
e.       Karena di beri lumut Hydra, lumut berada di dalam air jadi permukaan air masih tetap jernih. Dan disitukan Ikan Mas masih dapat hidup karena oksigen berada di atas permukaan air. Itulah yang membuat ikan tenang.

3.     Ikan Mas pada air yang di beri lumpur
a.       Air jernih yang diberi lumpur, perilaku ikan tiba-tiba tidak tenang. Berusaha mencari sumber oksigen.
b.      Air menjadi keruh
c.       Ikan naik ke permukaan berusaha mencari oksigen
d.      Lalu setelah 10 menit, insan ikan Mas di periksa dan warnanya semakin hitam pucat.



PEMBAHASAN

A.   Klasifikasi ikan Mas
Kingdom   : Animalia
Filum         : Chordata
Kelas         : Actinopterygii
Ordo          : Cypriniformes
Famili        : Cyprinidae
Spesies      : Cyprinus carpio
Morfologi ikan Mas
1.      Pada umumnya bentuk tubuh ikan mas agak memanjang,sedikit memipih atau sering disebut dengan ( comprossed).
2.      Apabila ikan mas dibelah badannya mempunyai dua belahan yang sama (bilateral simetris).
3.      Secara umum tubuh ikan mas tertutup sisik ,walaupun ada jenis ikan mas yang tubuhnya tidak tertutup sisik dengan sempurna.
4.      Mulut atau moncong ikan mas berada di tengah atau terminal dan bisa disembul dengan kata lain protaktil.
5.      Di bagian bibi ikan mas yang lunak ada dua pasang sungut”barbel” yang tidak bergerigi.
6.      Mulut ikan mas bagian dalam ada gigi kerongkongan sebanyak gigi geraham.
7.      Sirip punggung ikan mas letaknya agak bersebrangan dengan ventral atau permukaan sirip perutnya.
8.      Pada sirip punggung ikan mas( dorsal) bentuknya jari-jari yang keras dan bergerigi di bagian akhirnya.
9.      Ikan mas sirip duburnya yang belakang bentuknya juga jari-jari yang keras dan bergerigi pada ujungnya.
10.  Sirip ekor ikan mas layaknya cagak yang memanjang dan simetris sampai ke bagian belakang tutup insang.
11.  Sisik ikan mas ukurannya besar-besar dengan tipe sisik lingkaran yang beraturan rapi.
12.  Lambung ikan mas adalah lambung palsu, yang mana fungsinya untuk menampung makanan.
13.  Insang ikan mas terdiri atas tapis insang, tulang lengkung insang serta lembaran daun insang.

B.   Bagian-bagian tubuh ikan mas

C.   Habitat Ikan Mas
Ikan mas menyukai tempat hidup di perairan air tawar yang airnya tidak terlalu deras, seperti di pinggiran sungai atau danau. Ikan mas dapat hidup baik di daerah dengan ketinggian 150-1600 meter di atas permukaan laut dan pada suhu 25-30 derajat celcius.
Meskipun tergolong ikan air tawar, ikan mas kadang-kadang ditemukan di perairan payau atau muara sungai yang bersalinitas 25-30 %.
Ikan mas tergolong jenis omnivora, yakni ikan yang dapat memangsa berbagai jenis makanan,baik yang berasal dari tumbuhan maupun binatang renik. Namun, makanan utamanya adalah tumbuhan dan binatang yang terdapat didasar dan tepi perairan.

D.    Penjelasan hasil pengamatan dari Ikan Mas
Pada air jernih, ikan mas selalu bergerak aktif karena banyak mengandung oksigen. Perilaku ikan mas tidak cemas dan tenang. Itulah faktor yang membuat ikan mas bisa bertahan hidup di dalam microhabitat yaitu toples.
Pada air yang diberi lumut
Gerakan ikan mas tenang dan mulai menyesuaikan dengan lingkungan yang airnya diberi lumut hydra. Lumut hydra selalu berada di dasar air sehingga oksigen bersih tidak tercampur di dalam air. Itulah yang membuat ikan mas dapat bertahan hidup di dalam toples ygn diberi lumut.
Karena ikan mas merupakan ikan yang tergolong omnivora jadi ikan mas memakan beberapa lumut yg ada di dalam toples.

Pada air yang diberi lumpur
Gerakan ikan mas tidak tenang gelisah mencari oksigen. Oksigen menipis karena air diberi lumut. Air menjadi keruh. Ikan mas selalu berada di permukaan untuk mencari oksigen.



DAFTAR PUSTAKA




LAMPIRAN


Ikan mas yang baru diletakkan       ikan mas berada di air jernih
Di toples





Ikan mas berada di lumpur 
ikan mas yang diberi lumut

Praktikum Belut

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI



DISUSUN OLEH

Rodiyatul Fili
Nim : 15030004

Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan
Tunas Palapa
Lampung Tengah
KATA PENGANTAR
PujisyukursayapanjatkankehadiratTuhan Yang MahaEsakarenadenganrahmat, karunia, sertataufikdanhidayah-Nya sayadapatmenyelesaikanlaporanpraktikumbiologiini. Dan juga sayaberterimakasihpadaIbuHestiWahyuningsihS.Pd, M.PdselakuDosenmatakuliahEkologi hewan yang telahmemberikantugasini.
Saya juga menyadarisepenuhnyabahwa di dalamlaporaniniterdapatkekurangandanjauhdari kata sempurna.Olehsebabitu, sayaberharapadanyakritik, saran danusulan demi perbaikanlaporan yang telahsayabuat di masa yang akandatang, mengingattidakadasesuatu yang sempurnatanpa saran yang membangun. Semogalaporansederhanainidapatdipahamibagisiapapun yang membacanya.



DAFTAR ISI
HalamanJudul..........................................................................................
Kata pengantar........................................................................................
Daftar Isi.................................................................................................
Tujuan.....................................................................................................
HasilPengamatan.....................................................................................
Pembahasan.............................................................................................
A.   Klasifikasi Belut.............................................................................
B.   Bagian bagian tubuh Belut.............................................................
C.   Habitat Belut..................................................................................
D.   Penjelasan hasil pengamatan dari belut...............................................
Penutup...................................................................................................
DaftarPustaka...................................................................................................
lampiran    



TUJUAN
1.     Tujuan praktikum
a.       Dapat mengetahui perilaku belut saat berada diair jernih
b.      Dapat mengetahui perilaku belut saat berada di air yang diberi garam

2.     Alat dan bahan
a.       2 toples kosong
b.      Belut
c.       Garam secukupnya
d.      Air jernih

3.     Cara kerja
a.       Siapkan toples I dengan air yang berisi garam
b.      Letakkan belut
c.       Perhatikan perilaku belut selama 10 menit
d.      Siapkan toples II dengan air jernih
e.       Letakkan belut
f.       Perhatikan perilaku belut selama 10 menit



HASIL PENGAMATAN
1.     Belut yang berada pada air yang diberi garam
Ketika di beri air garam, belut langsung bereaksi loncat dan gelisah tubuhnya yang awalnya coklat muda menjadi orange  bawahnya menjadi krim. Tetapi belut di tolpes yang untuk praktikum kadar garamnya sedikit menjadi belut berangsur-angsur tenang.
Bawah kepala belut menggelembung mulai berlendir dan aroma air jadi tidak sedap.

2.      Belut yang berada pada air yang jernih
Belut berwarna kuning,tenang dan sudah mengeluarkan gelembung selama lebih dari 5 menit. Lalu ditubuhnya banyak bercak hitam dan semakin banyak garis. Setelah lama nya di air jernih, warna belut sudah kembali seperti awal dan mulai beradaptasi untuk bertahan di microhabitat nya di dalam toples.



PEMBAHASAN

A.    Klasifikasi Belut
Kingdom   : Animalia
Filum         : Chordata
Class          : Actinopterygii
Ordo          : Synbranchiformes
Famili        : Synbranchidae
Genus        : Monopterus
Spesies      : M.albus

Morfologi belut
1.      Belut sama sekali tidak mempunyai sirip dan sisi pada bagian tubuhnya, namun belut memiliki lendir yang berguna untuk mengurangi gesekan pada air ketika belut berenang.
2.      Belut dapat berenang dengan memanfaatkan bentuknya yang bulat,memanjang dan juga lendir pada tubuhnya.
3.      Ikan ini memiliki mata yang kecil,mempunyai gigi-gigi yang tajam dan runcing membentuk seperti kerucut dan memiliki bibir yang cukup lebar.
4.      Selain berguna untuk mengurangi gesekan pada air, lendir pada tubuh belut sangat licin sehingga membuat predator kesulitan ketika ingin memangsanya.
5.      Belut mudah terluka karena tidak mempunyai sisik.
6.      Umumnya belut berwarna coklat kehitaman pada bagian atas tubuh dan berwarna coklat keputihan kadang juga berwarna coklat kemerahan pada bagian bawah tubuh.

B.     Bagian-bagian tubuh Belut

C.    Habitat Belut
Belut adalah jenis ikan yang mempunyai bentuk badan panjang dan bundar mirip ular,namun tidak bersisik, sehingga tubuhnya sangat licin. Sirip punggung dan sirip dubur berubah menjadi sembulan kulit yang tidak berjari-jari, karena itu dianggap tidak mempunyai sirip.
Habitat belut adalah di air tawar, seperti sungai, danau, rawa-rawa dan sawah serta menyenangi tempat yang dangkal. Oleh karena itu, belut sering disebut belut sawah karena populasi terbesarnya di sawah.
Belut membuat lubang persembunyian di dalam lumpur. Dan akan keluar mencari makan pada malam hari. Karena itu, belut di kenal sebagai hewan noktural atau hewan aktif pada malam hari.
Belut bertahan pada perairan yang minim oksigen dan kekeringan,asalkan masih becek dan tubuhnya masih basah. Hal ini karena belut mempunyai alat pernafasan tambahan,yakni berupa kulit tipis berlendir yang terdapat dirongga mulut. Alat tersebut berfungsi untuk menyerap oksigen secara langsung dari udara, selain insangnya yang digunakan untuk menghirup oksigen di dalam air.

D.    Penjelasan hasil pengamatan dari belut
Ketika di beri air garam, belut langsung bereaksi loncat dan gelisah tubuhnya yang awalnya coklat muda menjadi orange  bawahnya menjadi krim. Kenapa?
Karena belut kehilangan oksigen. Belut memang memiliki keistimewaan tersendiri, bisa bertahan hidup di tempat yang minim oksigen. Tetapi jika sudah di beri kadar garam yang banyak pada air,belut tidak sanggup untuk bertahan. Itulah yang membuat fisiknya berubah. Sama hal nya dengan manusia ketika kekurangan oksigen maka akan pucat dan fisiknya melemah.



Setelah berada air yang diberi garam, belut di uji dengan berada di air jernih.
Belut berwarna kuning,tenang dan sudah mengeluarkan gelembung selama lebih dari 5 menit. Lalu ditubuhnya banyak bercak hitam dan semakin banyak garis. Setelah lama nya di air jernih, warna belut sudah kembali seperti awal dan mulai beradaptasi untuk bertahan di microhabitat nya di dalam toples. Mengapa seperti itu?
Belut memiliki perilaku suka merendam atau mengubur diri di dalam lumpur.
Belut terus bertahan jika kulit tubuhnya masih lembab. Karena kemampuan menghirup oksigen langsung dari udara,,maka belut bertahan hidup tanpa air cukup lama,asalkan tubuhnya selalu basah.



DAFTAR PUSTAKA
Riyadi, nita.(november 2014). Habitat dan kebiasaan hidup belut. Di peroleh dari http://nitariyadi1.blogspot.co.id/2014/11/habitat-dan-kebiasaan-hidup-belut.html?=1



LAMPIRAN
Belut berada di lumpur

Belut yang diberada diair jernih ketika sudah diair berkadar garam

Belut yang berada di air mengandung garam


Senin, 25 September 2017

MAKALAH









DISUSUN OLEH
Nama: Rodiyatul Fili
NPM: 1503004



Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan
Tunas Palapa
2016/2017
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya saya dapat menyelesaikan makalah  ini. Dan juga saya berterima kasih pada Ibu Hesti Wahyuningsih S.Pd, M.Pd  selaku Dosen yang telah memberikan tugas ini.
saya juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam laporan ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, saya berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan laporan yang telah saya buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun. Semoga laporan sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya.



DAFTAR ISI
Halaman Judul.........................................................................................
Kata pengantar........................................................................................
Daftar Isi.................................................................................................
Pendahuluan............................................................................................
A.   Latar Belakang...............................................................................
B.   Rumusan masalah..........................................................................
C.   Tujuan ...........................................................................................
Pembahasan.............................................................................................
D.   Analisis Berita 1............................................................................
E.    Analisis Berita 2............................................................................
Penutup...................................................................................................
Daftar Pustaka.........................................................................................



PEMBAHASAN
1.     Berita 1

Harga Eceran Tertinggi (HET) mulai efektif diberlakukan untuk beras kualitas medium dan juga premium. Namun, para pedagang mengeluhkan bahwa penerapan HET ini dirasa kurang realistis.
Hal ini sampaikan oleh Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri yang mengatakan, HET sulit untuk diimplementasikan karena harga yang ditetapkan dinilai tidak rasional. Untuk beras medium saja, kata dia, ada banyak macam dengan beragam harga.
“Ada yang harga paling murah di kisaran Rp9.000 per kg, ada yang di atas HET,” terang Abdullah seperti dilansir dari Republika (18/9).
Meski banyak pro dan kontra, sejumlah pedagang beras bahkan dengan tegas menyatakan setuju dengan penerapan HET. Para pedagang merasa bahwa pemerintah pasti memiliki tujuan baik guna menekan agar tidak ada spekulan beras.
Selain itu, pihaknya setuju dengan keberadaan HET. Hanya saja, ia mengatakan, penetapan harga memberatkan dan sulit untuk dipraktikkan di lapangan.
“Ini harus realistis,” tuturnya.
Menurut Abdullah, pedagang tidak mungkin menjual rugi. Untuk jenis medium saja, rata-rata di pasar masih menjual di angka Rp10.000 per kg. Hal itu dikarenakan para pedagang menerima beras dari pengepul dengan harga Rp9.700 per kg.
“Kan nggak mungkin kita jual Rp9.450 per kg,” tambahnya.
Padahal, beras yang dijual di pasaran tidak membedakan antara jenis medium ataupun premium semata.
Bahkan Abdullah mengakui, konsumen rata-rata menginginkan beras dengan kualitas tidak buruk, tapi dengan harga tidak tinggi. Hal tersebut pun membuat pedagang melakukan pengoplosan (pencampuran) guna memenuhi keinginan konsumen.
Penetapan HET ini tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 57 Tahun 2017. Pada peraturan tersebut, HET beras untuk medium dan premium dibedakan berdasarkan wilayah. Untuk Jawa, Lampung dan Sumatera Selatan, HET dipatok Rp9.450 per kg untuk beras medium dan Rp12.800 untuk beras kelas premium.










2.      Berita 2



Sawah di Rancaekek yang dicemari limbah pabrik tekstil. Foto: Indra Nugraha

Di tengah kesulitan warga ini, pemerintah daerah  bukan mencari solusi memperbaiki lingkungan malah menilai sawah tak produktif maka lebih baik menjadikan kawasan industri. Hal ini seperti dilontarkan Wakil Gubernur Jabar, Deddy Mizwar, beberapa waktu lalu. Dia berwacana membuat kawasan industri di Rancaekek, Bandung Timur. Dedi mengatakan, lahan pertanian Rancaekek sudah kritis dan tak produktif.
Para petani Rancaekek pun protes dengan rencana itu,  terlebih kerusakan lahan pertanian selama ini dampak industri yang ada.
Nandang Supriyatna, warga Dusun Nyalindung, Desa Linggar Rancaekek mengatakan, sebaiknya pemerintah fokus mengatasi pencemaran limbah tekstil daripada mewacanakan pembangunan kawasan industri baru.
“Kami tidak setuju jual tanah ke pabrik. Masyarakat menggantungkan hidup dari sawah. Kalau kerja di pabrik susah. Apalagi sudah tua. Yang masih muda saja harus nyogok dulu,” katanya.
Dia mencontohkan, keadaan saat ini, di pabrik tekstil PT Kahatex, pekerja justru mayoritas pendatang. Limbah dibuang mencemari lahan pertanian hingga rusak parah. “Biasa satu tumbak bisa menghasilkan 10 kg padi. Sekarang paling empat kg. Kualitas padi juga tak bagus,” kata Darma, warga lain.
Darma memperlihatkan, padi dari sawah miliknya. Bulir padi tampak lebih kecil dan warna lebih hitam. Tidak kuning cerah seperti kebanyakan padi. Hal ini, katanya, berimbas pada harga jual. Padi kualitas bagus Rp700.00 per kuintal. Karena kualitas buruk, hanya Rp350.000 per kuintal.
“Rasa nasi kaya’ makan jagung atau sagon. Air disini juga jadi keruh. Kulit jadi gatal. Untuk minum dan masak harus beli.”
Menurut penelitian Greenpeace Asia Tenggara dan Walhi Jabar 2012, sawah tercemar seluas 1.215 hektar, ditambah 727 hektar saat banjir. Hal ini menyebabkan produktivitas sawah menurun 1-1,5 ton per hektar tiap musim. Kerugian mencapai Rp3,65 miliar per tahun.
“Wacana pemerintah mengalihfungsikan dan membeli lahan produktif yang terpapar limbang B3 di Rancaekek merupakan langkah tidak tepat. Karena hanya akan mengalihkan dan menambah masalah,” kata Ketua Paguyuban Warga Peduli Lingkungan (Pawapeling), Adi M Yadi.
Pawapeling mulai mengadvokasi warga Rancaekek sejak 2007. Mereka berusaha membantu memulihkan kembali lahan pertanian warga.
Selama ini,  pemerintah terkesan membiarkan masalah terjadi berlarut-larut. Seharusnya,  ada upaya penegakan hukum dan solusi permanen.
“Alihfungsi sawah menjadi kawasan industri bukan solusi. Ini tidak sesuai semangat pemerintah ingin mewujudkan swasembada pangan.”
Upaya penyuburan lahan
Pawapeling melakukan bio remediasi di sawah milik masyarakat yang terpapar limbah. Lahan seluas 1.400 meter persegi di Desa Bojongloa jadi percontohan.
“Melalui bio remediasi, kami mencoba memulihkan kembali kontur tanah dari logam berat. Sebelum cocok tanam, sebar kotoran hewan sapi dan kamping selama satu hari. Lalu ditraktor dan diberi pupuk cair  organik hasil olahan kita.”
Proyek percontohan sudah berjalan dua setengah bulan. Secara fisik dan kontur tanah ada perubahan. Tanah yang keras, jadi lentur dan mulai subur. Ke depan, proyek ini akan disebarkan ke tiga desa lain, yakni Sukamulya, Jelegong dan Linggar.
“Secara bertahap. Kita juga ukur kemampuan, jadi gak bisa serentak. Ini kegiatan sosial murni. Kita juga siapkan punyuluhan dan pendampingan sampai petani bisa mandiri,” katanya.
Sawah hancur dan rusak parah terkena limbah dari pabrik tekstil. Foto: Indra Nugraha
Bio remediasi, katanya, jadi solusi mengatasi lahan sawah yang rusak. Ini jauh lebih ampuh dibandingkan mengalihfungsikan sawah untuk industri.
Direktur Eksekutif Walhi Jabar Dadan Ramdan mengatakan, alihfungsi lahan pertanian di Rancaekek menjadi kawasan industri hanya menguntungkan pengusaha besar.”Tanah dijual murah ke perusahaan. Ini mengancam petani. Alihfungsi akan sebabkan perpindahan bajir ke daerah lain.”
Dadan mengatakan, lahan pertanian di Rancaekek sebenarnya produktif, hanya tercemar limbah industri. Untuk itu, harus dituntaskan penanganan pencemaran. “Bukan malah mewacanakan alihfungsi kawasan.”
Seharusnya, katanya,  upaya penegakan hukum berjalan. “Proses ganti rugi juga pemulihan lingkungan. Hingga efek jera bagi perusahaan pencemar lingkungan.”
Dodo Sambodo, Asdep Pengaduan dan Penanganan Kasus Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengatakan, pernyataan wagub tidak tepat.
“Wagub harusnya berikan kepercayaan struktural ke bawah. Karena ada mekanisme perencanaan pembangunan daerah melalui musrembangda. Dari tiap desa berikan masukan. Jangan tiba-tiba bilang tata ruang mau diubah.”
Alihfungsi lahan pertanian Rancaekek menjadi kawasan industri, katanya,  akan berdampak ancaman stok pangan di Jabar.
“Harusnya Wagub lihat contoh yang dilakulan Pawapeling. Lahan itu dengan proses bioremediasi bisa diperbaiki.”
Solusi menyeluruh
Dodo mengatakan, mengatasi persoalan Rancaekek,  tidak bisa dilihat dari sisi pencemaran. Masalah dari hulu sampai ke hilir harus diperhatikan dan diselesaikan.
“Untuk kasus Kahatex, di KLHK ada perencanaan jangka panjang menengah. Kami bagi perencanaan ini atas kesepakatan pusat dan daerah.”
Dia menolak anggapan jika penyelesaian pencemaran air Kahatex mandek. “Proses terus berjalan meski lamban.”
Menurut dia, mempertemukan berbagai pihak antara pusat dan daerah tidak bisa cepat.  “Ada proses terus dibangun dan tidak mudah. Masalah pencemaran antara pusat dan daerah saja selalu ada tumpang tindih wewenang.”
Saat ini, Kahatex sudah mau investasi perbaikan manajemen,  seperti perbaikan alat dan membangun IPAL.
“Sudah mulai dipasang. Nanti tidak ada lagi pencemaran. Tanggung jawab KLHK saat alat tidak dipasang, ada upaya penegakan hukum dan administrasi.”
Bagian lain, menangani masyarakat terdampak, paparan pencemaran dan peroses perhitungan ganti rugi.



1.      Analisis artikel 1
Solusi dari permasalahan petani
Harga beras yang mahal terjadi karena produksi beras menurun. Mengapa bisa menurun? Cuaca yang ekstrim, mahalnya pupuk dan banyak nya hama. Faktor itu yang menyebabkan harga beras mahal. Beras yang diproduksi tidak memiliki kualitas yang bagus dan tidak banyak yang dihasilkan padi.
Petani bisa gulung tikar dan produksi beras semakin menurun. Di pasar, beras bisa dijual dengan harga yang mahal. Kalaupun beras yang murah pasti kualitas nya tidaklah bagus.
Oleh karena itu, petani harus pandai memfaatkan keadaan alam. Petani juga bisa memanfaatkan pupuk organik dan kesuburan tanah yang ada di daerah petani tersebut.
Pemerintah juga harusnya tegas dan memperhatikan keluhan petani, karena beras merupakan bahan pokok yang di konsumsi masyarakat indonesia. Agar produksi beras meningkat dengan kualitas yang baik dan tidak menerima impor dari luar negeri.



2.      Analisis artikel 2
Solusi dari permasalahan petani
Sawah yang dicemari limbah pabrik tekstil akan berdampak buruk untuk kelangsungan lingkungan di daerah tersebut. Limbah tersebut bisa merusak ekosistem sawah, mematikan lahan untuk petani dan sekaligus mematikan mata pencaharian petani.
Seharusnya pemerintah tegas memperbaiki sawah yang ada di Rancaekek dan tidak membuat wacana untuk didirikan perusahaan di lahan itu. Karena di Bandung merupakan kota yang berdiri bangunan megah dan sedikit lahan yang memiliki ekosistem sawah di kota. Harusnya pemerintah mendukung dan membantu menghidupkan lahan tersebut.
Agar petani bisa bekerja dan menanam padi . Dengan begitu, produksi beras di kota bandung mengalami peningkatan dan kualitasnya semakin baik.



DAFTAR PUSTAKA
Sumber: https://www.pertanianku.com/pedagang-keluhkan-het-sulit-diterapkan/
Sumber : http://mongabaydotong.wpengine.com/wp-content/uploads/2015/04/sawah1-yang-dicemari-limbah-PT-Kahatex.jpg